Skip to main content

Optimisme Gerakan NTFP dari Kota Giri-India

Trend sertifikasi menjadi isu yang hangat pada beberapa tahun terakhir ini. Bermunculannya skema-skema sertifikasi pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan adanya trend tersebut. Trend tersebut, saat ini dikenal dengan istilah skema sertifikasi ecososial. Skema-skema sertifikasi ekososial tersebut, diantaranya: Fairtrade (FLO, Fairworld), Organic (IFOAM), Rainforets Alliance dan Utz Certified. Sedangkan pada skema verifikasi: The Common Code for the Coffee Community (4C), Starbuck (C.A.F.E. Practices), Dan Nespresso (AAA Guid line) untuk pasar Nestle. Dan mungkin banyak lagi yang belum terdeteksi. Secara prinsip skema-skema tersebut hendak membangun sebuah system yang dapat membangun sebuah situasi yang lebih baik antara produsen disatu sisi dan konsumen di sisi yang lain.


Oleh karenanya pada Senin, 31 Januari sampai Selasa, 1 February 2011, Duapuluh tiga orang peserta yang berasal dari India, dan satu orang dari Indonesia berkumpul di kota kecil – kotagiri-India. Key Stone foundation sebagai tuan rumah mengajak peserta untuk berdiskusi tentang bagaimana membangun gerakan bersama dalam mendorong upaya koleksi berkelanjutan dari Hasil Hutan non Kayu. Dan menelisik sejauh mana upaya-upaya itu dapat
memanfaatkan peluang issue sertifikasi terkini untuk membangun penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat local di sekitar hutan.

Kata kuncinya adalah bagaimana model penjaminan atau sertifikasi yang dikembangkan dapat membangun kepercayaan konsumen agar akses pasar produk-produk NTFP dapat diterima konsumen baik di pasar local, nasional maupun internasional.


Selain berdiskusi pleno di ruangan dan diskusi kelompok di halaman kantor Key Stone, peserta
juga diajak untuk melihat artefak sejarah NTFP di salah satu sudut kota. Berbagai produk NTFP dipajang di “Green Shop” ini, mulai dari teh, madu hutan, kayu manis, cengkeh, produk-produk olahan untuk kosmetik sampai ke tekstil dan gerabah.

Dan dari label produk-produk terlihat bahwa sertifikasi atau penjaminan yang digunakan juga berasal dari berbagai Lembaga atau system sertifikasi. Ada produk teh organic yang disertifikasi oleh IMO-Lembaga Sertifikasi dari Swiss dan ada kopi Arabica dari lembah Nilgiris yang dilabel dengan logo PGS India.

Akhirnya, di penutup acara Sneh-Key Foundation menutup acara ini dengan menyampaikan harapan agar kerja sama antar gerakan Masyarakat sipil ini terus berkembang dan dikuatkan
dengan berbagai pendekatannya di wilayah masing-masing. Dan mengaris bawahi
bahwa secara mendasar seharusnya meletakkan aspek control komunitas,
keterlacakan dan harga yang beradilan didalam proses pengembangan system
sertifikasi/penjaminan dan akses pasar produk-produk NTFP.

Rasdi Wangsa,
2 April 2011

Comments

Popular posts from this blog

Mengenang seorang sahabat Melalui puisinya Entah dimana kini berada Pontianak, 28 Januari 2017 Jangan kejar kebahagiaan karena itu dambaan orang-orang cenggeng Jangan kejar kedamaian karena itu dambaan para pengecut Jangan kejar ketenangan karena itu pelarian para pembimbang Jangan pernah binggung menunjukkan kita tidak paham metodologi Jangan pernah terseret hanyut oleh arus peradaban karena diri kitalah pusat arus itu sendiri.... Sms from Lalu Pharmanegara 8 Juni 2007. 04:26:20 Ampun tuan, jangan paksa aku untuk teriak ”merdeka”! Ia tercekat di leher karena pembodohan merajalela, kemiskinan didagangkan dan martabat dibisniskan. Merah putih tanda luka dan pengharapan Lalu Pharmanegara, 17 Agustus 2007 / 06.53.46 Slamat pagi wahai ketulusan, Cerah yakinmu pada harapan, Bawalah bangsa ini menuju pencerahan,... Padamulah amanah itu diletakkan, Dikaulah pemimpin peradaban m...

Pertanian Organik Komunitas Adat Meratus

Potret Pertanian Organik Komunitas Adat Meratus Hutan dan Komunitas Dayak Meratus Dalam kepustakaan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun oleh Raymond Kennedy, penduduk yang mendiami Kalimantan Selatan dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yakni Ngaju dan Melayu Pesisir (Coastal Malay).   Suku bangsa Ngaju pada umumnya mendiami daerah-daerah sepanjang aliran sungai Kahayan, Katingan dan Barito.   Oleh H.J Malinnkrodt orang-orang yang mendiami daerah-daerah tersebut dimasukkan ke dalam rumpun suku Ot Danum.   Terkandung dalam pengertian tersebut orang-orang yang mendiami daerah-daerah dataran rendah   maupun dataran tinggi semua daerah aliran sungai-sungai tersebut. Selain Ngaju atau Biaju, ke dalam rumpun ini termasuk pula suku Maanyan dan Lawangan yang mendiami kawasan bergunung-gunung dan berbukit-bukit bagian barat pegunungan Meratus yang terletak di kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah sekarang ini, Radam (2001).    Lebih...
Merindukanmu